Senin, 22 Mei 2017

Tugas 3 softskill : Review Jurnal Terapi Gestalt

Judul                    : Effectiveness of gestalt therapy on self-efficacy of divorced women
Jurnal                   : Procedia - Social and Behavioral Sciences
Volume, Halaman : 84, 1171 – 1174 
Tahun                   : 2013
Penulis                  : Hemn Saadati , Leila Lashani


1. Abstrak
   
    Dalam penelitian ini, akan membahas efektivitas terapi Gestalt pada self-efficacy wanita bercerai. Metode: Dalam penelitian ini, masyarakat pada statistik yang menceraikan adalah perempuan, Departemen Kesejahteraan Sosial mencatat 34 di antaranya dipilih sebagai random sampling dan dimasukkan secara acak ke dalam kelompok eksperimen dan kontrol. Alat investigasi adalah kuisioner self-efficacy sharer. Penelitian ini merupakan pre-test post-test type. Intervensi dilakukan pada 12 sesi terapi Gestalt pada kelompok eksperimen. Uji T independen digunakan untuk menganalisis data. Kesimpulan: Hasil analisis data menunjukkan terapi gestalt meningkatkan kecemasan wanita bercerai pada kelompok eksperimen dibandingkan dengan kelompok kontrol.

2. Review
  
   Struktur yang mencerminkan kontrol terhadap tubuh, pikiran, kehidupan dan pendekatan dalam hidup adalah self-efficacy yang berperan penting dalam kualitas hidup seseorang (Morady et al, 2009). Menurut Bandura, self-efficacy adalah salah satu faktor terpenting dalam pengembangan hubungan sosial yang sehat yang membuat hidup menyenangkan dan memungkinkan seseorang untuk menghadapi tekanan dalam jangka panjang. Manifestasi diri yang aman dan sehat dapat menyebabkan sosial positif dalam suatu hubungan. seseorang yang kurang percaya diri menyebabkan penghindaran perilaku yang berisiko tinggi terhadap komunikasi dari masyarakat yang menyebabkan pengecualian dari bala bantuan sosial positif (Bandura, 1999). Self-efficacy mengacu pada kepercayaan seseorang tentang kemampuannya untuk mengatasi situasi tertentu dan dapat mempengaruhi pola pikir, emosional dan perilaku dari pengalaman manusia. Keefektifan diri menentukan perilaku  yang akan dimulai atau tidak dan berapa banyak usaha seseorang untuk menunjukkannya (Bandura, 2006). 
   Tingkat motivasi, perasaan dan tindakan pada seseorang yang tidak percaya diri terhadap apa yang benar akan menyebabkan ingginya self efficacy yang membuat seseorang usaha lebih banyak (Kurbanoglu, 2003). Hidup saat ini bergerak dan bertindak tanpa takut akan konsekuensi dan mengusahakan usaha tersebut benar atau tidak (brownel, 2008). 
   Terapi Gestalt adalah sebuah pendekatan yang berfokus pada pertumbuhan, kesadaran dan isi kesadaran yang fokus pada kesadaran yang berhubungan dengan diri sendiri, orang lain dan dunia (Yih & Shin, 2007). Kurangnya kontak manusia dengan batinnya dan mengabaikan masalah yang belum selesai menghancurkan kehidupannya sendiri saat ini (scote, 1999). Isu-isu yang belum selesai di masa lalu yang tidak diungkapkan seperti kesedihan, kemarahan, rasa bersalah dan perceraian, dianggap sebagai isu yang belum terselesaikan yang mempengaruhi kesadaran manusia saat ini (William, 2006). 
   Dalam terapi Gestalt, terapis hadir di sini berdasarkan pengalaman, pengetahuan dan apa yang saat ini sedang terjadi. semua sesuai dengan perilaku verbal dan nonverbal klien tersebut dalam sesi wawancara (Hamedi, 2009). Dan tujuan terapi gestalt adalah untuk menghilangkan hambatan yang menghentikan kesadaran manusia (Voigt & Diac, 2007). Apapun masa lalu, termasuk satu kejadian seseorang, perasaan atau ingatan, harus diselesaikan. Agar semua selesai harus mengidentifikasi semua komponen dan menggabungkannya untuk membangun dan memahami keseluruhan yang sempurna (Yih & Shin,
2007).
Dalam terapi gestalt, cara yang paling jelas untuk meningkatkan kesadaran klien adalah ekspresi hidup mereka, terapis yang akan mendengarkan dengan penuh kesadaran. Refleksi ekspresi verbal dan nonverbal, klien mendorong untuk mendengarkan diri mereka sendiri dan menyadari pengalaman dan pemahaman mereka tentang dunia. Sebenarnya, tujuan utama terapi gestalt bukanlah mengubah pengalaman klien namun untuk meningkatkan kesadaran mereka tentang hal ini (Masodi et al, 2011). Dan klien menemukan bahwa tidak perlu bergantung pada orang lain dan bisa menjadi seseorang yang mandiri.
 
3. Metode 
    Dalam penelitian in tercatat perempuan yang paling banyak menceraikan. Departemen Kesejahteraan Sosial mencatat 34 di antaranya dipilih sebagai random sampling dan dimasukkan secara acak ke dalam kelompok eksperimen dan kontrol. Alat investigasi adalah skala self-efficacy umum yang lebih sharer. Penelitian ini merupakan pre-test post-test type. Intervensi dilakukan pada 12 sesi terapi Gestalt pada kelompok eksperimen. Setiap sesi berlangsung 90 menit. Tes T-independent digunakan
Untuk menganalisa data. Berbagi skala self efficacy umum memiliki 17 kalimat. Skor tersebut adalah 17 sampai 85. Nilai dari kuesioner ini diberikan untuk masalah satu sampai lima poin. Skala ini memiliki reliabilitas dan validitas yang memadai (Sharer & madux, 1982). Alpha Cronbach dihitung (0/83) untuk memeriksa konsistensi internal skala.

 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar