Minggu, 19 Maret 2017

PERBEDAAN PSIKOTERAPI DAN KONSELING

  • PERBEDAAN ANTARA PSIKOTERAPI DAN KONSELING
A.  Pengertian Konseling
1.    Menurut Schertzer dan Stone (1980)
      Konseling adalah upaya membantu individu melalui proses interaksi yang bersifat pribadi antara konselor dan konseli agar konseli mampu memahami diri dan lingkungannya, mampu membuat keputusan dan menentukan tujuan berdasarkan nilai yang diyakininya sehingga konseli merasa bahagia dan efektif perilakunya.
2.    Menurut Jones (1951)
     Konseling adalah kegiatan dimana semua fakta dikumpulkan dan semua pengalaman siswa difokuskan pada masalah tertentu untuk diatasi sendiri oleh yang bersangkutan. Dimana ia diberi panduan pribadi dan langsung dalam pemecahan untuk lkien. Konseling harus ditujukan pada perkembangan yang progresif dari individu untuk memecahkan masalah-masalahnya sendiri tanpa bantuan.
 
B.  Psikoterapi
    Psikoterapi adalah usaha penyembuhan untuk masalah yang berkaitan dengan pikiran, perasaan dan perilaku. Psikoterapi (Psychotherapy) berasal dari dua kata, yaitu "Psyche" yang artinya jiwa, pikiran atau mental dan "Therapy" yang artinya penyembuhan, pengobatan atau perawatan. Oleh karena itu, psikoterapi disebut juga dengan istilah terapi kejiwaan, terapi mental, atau terapi pikiran.
   Psikoterapi adalah proses difokuskan untuk membantu Anda menyembuhkan dan konstruktif belajar lebih banyak bagaimana cara untuk menangani masalah atau isu-isu dalam kehidupan Anda. Hal ini juga dapat menjadi proses yang mendukung ketika akan melalui periode yang sulit atau stres meningkat, seperti memulai karier baru atau akan mengalami perceraian (hariyanto, 2010).
 
C. PERBEDAAN ANTARA PSIKOTERAPI DAN KONSELING
Dari dua definisi di atas dapat di tarik kesimpulan mengenai dua pembahasan tersebut bahwa konseling lebih terfokus pada interaksi antara konselor dan konseli dan lebih mengutamakan pembicaraan serta komunikasi non verbal yang tersirat ketika proses konseli berlangsung dan semacam memberikan solusi agar konseli dapat lebih memahami lingkungan serta mampu membuat keputusan yang tepat dan juga nantinya konseli dapat menentukan tujuan berdasarkan nilai yang diyakininya.
Sedangkan psikoterapi lebih terfokus pada treatment terhadap masalah sifatnya emosional dan juga lebih dapat diandalkan pada klien yang mengalami penyimpangan dan juga lebih berusaha untuk menghilangkan simptom-simptom yang di anggap mengganggu dan lebih mengusahakan agar klien dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan kepribadian ke arah yang positif.
 
  •  LETAK PERBEDAAN PSIKOTERAPI DAN KONSELING YANG DI DEFINISIKAN OLEH PALLONE (1997) DAN PATTERSON (1973)
KONSELING
PSIKOTERAPI
    1.    Klien
    1.    Pasien
    2.    Gangguan yang kurang serius
    2.    Gangguan yang serius
    3.    Masalah: Jabatan, Pendidikan, dsb
    3.  Masalah kepribadian dan pengambilan
          keputusan
    4.    Berhubungan dengan pencegahan
    4.    Berhubungan dengan penyembuhan
    5.  Lingkungan pendidikan dan non medis
    5.    Lingkungan medis
    6.    Berhubungan dengan kesadaran
    6.    Berhubungan dengan ketidaksadaran
    7.    Metode pendidikan
    7.    Metode penyembuhan
 
  • FUNGSI DAN TUJUAN PSIKOTERAPI DAN KONSELING 
1.    Tujuan Konseling

a.      Corey (dalam Abimanyu dan Manrihu, 1996) mengelompokan tujuan-tujuan konseling menjadi :  
ü   Reorganisasi kepribadian
ü   Menemukan makna dalam hidup
ü   Penyembuhan ganguan emosional
ü   Penyesuaian terhadap masyarakat
ü   Pencapaian aktualisasi (perwujudan) diri
ü   Peredaan kecemasan
ü   Penghapusan perilaku maladaptif (sulit untuk menyesuaikan diri)
ü   Belajar pola-pola perilaku adaptif

b.      Shertzer dan stone (dalam Abimanyu dan Manrihu, 1996) membuat pengelompokan yang lebih sederhana mengenai tujuan konseling, meliputi :
ü   Perubahan Perilaku
ü   Kesehatan mental yang positif
ü   Pemecahan masalah
ü   Keefektifan pribadi
ü   Pengambilan keputusan

2.  Fungsi Konseling

         Hatcher (dalam abimanyu dan Manrihu,1996) menggolongkan fungsi konseling menjadi 3 yaitu :

a.        Fungsi Remidral atau Rehabilitasi
Berfokus pada penyesuaian diri, menyembuhkan masalah psikologis yang dihadapi, mengembalikan kesehatan mental dan mengatasi gangguan emosional.

b.        Fungsi Edukatif atau Pengembangan
Intinya adalah membantu orang-orang untuk meningkatkan ketrampilan-ketrampilan dalam kehidupan, mengidentifikasi dan memecahkan masalah-masalah hidup, membantu meningkatkan kemampuannya mengahadapi transisi (peralihan) dalam kehidupan.

c.        Fungsi Preventif
      Maksud fungsi ini meliputi pengembangan strategi-strategi dan program-program yang dapat digunakan untuk mencoba mengantisipasi dan mengelakkan resiko-resiko yang tidak perlu terjadi. 

Tujuan Psikoterapi

a.      Memperkuat motivasi untuk melakukan hal-hal yang benar.
         Tujuan ini biasanya dilakukan melalui terapi yang sifatnya direktif  (memimpin) dan suportif (memberikan dukungan dan semangat). Persuasi (ajakan) dengan cara diberi nasehat sederhana sampai pada hypnosis (keadaan seperti tidur karena sugesti) digunakan untuk menolong orang bertindak dengan cara yang tepat.

b.      Mengurangi tekanan emosi melalui kesempatan untuk mengekspresikan perasaan yang mendalam.
         Fokus disini adalah adanya katarsis (penyucian diri yang membawa pembaruan rohani dan pelepasan dari ketegangan).

c.      Membantu klien mengembangkan potensinya.
         Klien diharapkan dpt. Mengembangkan potensinya. Ia akan mampu melepaskan diri dari fiksasi (perasaan terikat atau terpusat pada sesuatu secara berlebihan) yang dialaminya. Klien akan menemukan bahwa dirinya mampu untuk berkembang ke arah yang lebih positif.

d.      Mengubah kebiasaan.
         Tugas terapis adalah menyiapkan situasi belajar baru yang dapat digunakan untuk mengganti kebiasaan-kebiasaan yang kurang adaptif.

e.      Mengubah struktur kognitif individu. Menggambarkan tentang dirinya sendiri maupun dunia sekitarnya. Masalah muncul biasanya terjadi kesenjangan antara struktur kognitif individu dengan kenyataan yang dihadapinya. Jadi,  Struktur kognisi ( kegiatan atau proses untuk memperoleh pengetahuan) perlu diubah untuk menyesuaikan dengan kondisi yang ada.

f.       Meningkatkan pengetahuan dan kapasitas untuk mengambil keputusan dengan tepat.

g.      Meningkatkan pengetahuan diri atau insight (pencerahan).

h.      Meningkatkan hubungan antar pribadi.
         Terapi kelompok merupakan dapat memberikan kesempatan bagi individu untuk meningkatkan hubungan antar pribadi ini.

i.       Mengubah lingkungan social individu. Terutama terapi yang diperuntukan untuk anak-anak..

j.       Mengubah proses somatic (fisik)  supaya mengurangi rasa sakit dan meningkatkan kesadaran tubuh.
         Latihan fisik dapat dilakukan untuk meningkatkan kesadaran individu. Seperti : Relaksasi untuk mengurangi kecemasan, yoga, senam, menari dll.

k.      Mengubah status kesadaran untuk mengembangkan kesadaran, control, dan kreativitas diri.

        Tujuan-tujuan tersebut saling mengkait. Itu bukan berdiri sendiri-sendiri. Misalnya : Latihan tubuh dapat dikombinasikan dengan latihan meditasi. Mengembangkan potensi dapat dikombinasikan dengan pemecahan masalah.