Sabtu, 06 Desember 2014

Fungsi Sosial dari Internet dalam Berinteraksi dengan Individu Lain Konsep Dasar dalam CSCW yang Mendukung Interaksi Manusia dalam Bekerjasama dengan Individu Lain


Fungsi Sosial dari Internet dalam Berinteraksi dengan Individu Lain

Konsep Dasar dalam CSCW yang Mendukung Interaksi Manusia dalam Bekerjasama dengan Individu Lain



Kelompok 1


Nama
NPM
Link
Peran dalam Kelompok
Ade Antika S
10513125
adeantikas.blogspot.com
Mencari Referensi
Chintia
11513892
chintiachntia.blogspot.com
Mengedit
Cindy Puspasari
11513928
cindypuspa12.blogspot.com
Mencari Referensi
Gesa Nedian
13513690
gesanedian13.blogspot.com
Mencari Referensi
Rinda Atreani P
17513731
rindaathreeani.blogspot.com
Mencari Referensi
Vina Akbarina
19513150
vinaakbarina.wordpress.com
Mencari Referensi



CSCW ( Computer Supported Cooperative Work) adalah penggunaan komputer dan software untuk melaksanakan pekerjaan secara bersama dalam sebuah group di mana setiap anggota group menyadari kehadiran anggota lain pada group. Computer-supported cooperative work (CSCW) merupakan suatu group user yaitu bagaimana cara merancang suatu system yang digunakan untuk membantu pekerjaan sebagai suatu group dan bagaimana memahami dampak dari suatu teknologi pada pola pekerjaan mereka. HCI berasal dari ilmu psychology-computing sedangkan CSCW bersumbu pada sociology-computing. CSCW merupakan suatu system komputer yang mendukung pekerjaan sebagai suatu group yang dikenal dengan istilah groupware.

Computer Supported Cooperative Work (CSCW) menyebarluaskan hasil penelitian yang inovatif dan memberikan sebuah forum interdisipliner untuk perdebatan dan pertukaran gagasan tentang teori, masalah-masalah praktis, teknis, dan sosial di CSCW. Sistem CSCW dibangun untuk memungkinkan interaksi antara user melalui komputer sehingga kebutuhan sekian banyak user tersebut harus terpenuhi dalam satu produk.


Tujuan CSCW: 

  • Mempelajari bagaimana orang bekerja sama sebagai kelompok dan apa yang mempengaruhi teknologi.

  • Mendukung proses pelaksanaan pekerjaan walaupun secara geografis dipisahkan.


Contoh yang digunakan pada CSCW:

  • Kaloborasi para Ilmuwan yang bekerja sama pada suatu proyek.

  • Pengarang mengedit suatu dokumen bersama-sama.

  • Programmer suatu sistem secara bersamaan.

  • Bekerja sama sebagai sharing atas suatu video bersama yang conferencing aplikasi.

  • Para pembeli dan para penjual melakukan transaksi secara eBay.


CSCW seringkali diasumsikan sebagai aspek yang dihasilkan dari sebuah groupware. CSCW lebih berorientasi kepada evaluasi terhadap hal-hal yang terjadi dalam proses interaksi antar manusia dalam sekelompok pengguna. Interaksi tersebut antara lain:


A.     Komunikasi yang normal antar manusia

1. Komunikasi face-to-face

2. Percakapan

3. Komunikasi berbasis teks

4. Kerja kelompok


Komunikasi Face To Face


Pada komunikasi face to face Tidak hanya meliputi bicara dan pendengaran, tapi juga menggunakan bahasa tubuh dan tatapan mata.


-          Personal Space

-          Kontak dan tatapan mata

-          Gerak isyarat dan bahasa tubuh

-          Back channel

-          Turn-taking

Percakapan


Terdapat dua prinsip ucapan antara lain:

         Relevan artinya bahwa suatu ucapan harus sesuai dengan topik tertentu

         Helpful artinya suatu ucapan harus dapat dimengerti oleh pendengar dan tidak ada ambigu dari pemahaman pendengar

Komunikasi Berbasis Teks

Ada 4 tipe komunikasi tekstual dalam groupware:

         Discrete :  pesan langsung seperti dalam email

         Linear : pesan partisipan ditambahkan pada akhir dari catatan tunggal

         Non-linear : saat pesan dihubungkan ke yang lainnya dalam model hypertext

         Spatial : dimana pesan diatur dalam permukaan dua dimensi

Kerja Kelompok

Perilaku kelompok lebih kompleks terutama apabila kita memperhatikan hubungan sosial yang dinamis selama bekerja dalam kelompok.

         Dinamika kelompok

          Layout Fisik

         Kognisi Terdistribusi


Referensi :


meidi-rendi.blogspot.com/2012/11/computer-supported-cooperative-work-cscw.html

hariniarin.blogspot.com/2014/01/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html

Rabu, 29 Oktober 2014

Aspek Psikologi Individu Pengguna Internet

ASPEK DEMOGRAFIS DARI INDIVIDU PENGGUNA INTERNET BERDASARKAN GENDER


Nama
NPM
Link
Peran dalam Kelompok
Ade Antika S
10513125
adeantikas.blogspot.com
Mencari Referensi
Chintia
11513892
chintiachntia.blogspot.com
Mencari Referensi
Cindy Puspasari
11513928
cindypuspa12.blogspot.com
Mencari Referensi
Gesa Nedian
13513690
gesanedian13.blogspot.com
Mengedit
Rinda Atreani P
17513731
rindaathreeani.blogspot.com
Mencari Referensi
Vina Akbarina
19513150
vinaakbarina.wordpress.com
Mencari Referensi

Internet merupakan hal yang penting bagi manusia di masa kini. Manusia menggunakan internet dalam berbagai aspek kehidupan, baik dalam ilmu pengetahuan, pendidikan bahkan dalam aspek sosial. Keterkaitan manusia dengan internet sudah sangat mengglobal karena dengan menggunakan internet kita dapat mengakses berbagai situs dari seluruh dunia.
Dalam internet ada beberapa hal yang mempengaruhi interaksi manusia dan internet seperti gender, usia dan budaya. Hal-hal ini mungkin terlihat sepele dan tidak relevan tetapi hal-hal ini memiliki kaitan yang erat dalm interaksi manusia dan internet.
Dalam kesempatan ini, kelompok kami akan membahas dari segi gender.
Gender dalam sosiologi mengacu pada sekumpulan ciri-ciri khas yang dikaitkan dengan jenis kelamin individu (seseorang) dan diarahkan pada peran sosial atau identitasnya dalam masyarakat. WHO memberi batasan gender sebagai “seperangkat peran, perilaku, kegiatan, dan atribut yang dianggap layak bagi laki-laki dan perempuan, yang dikonstruksi secara sosial, dalam suatu masyarakat.
·    Berdasarkan aspek intensitas penggunaan internet, sebagian besar remaja perkotaan lebih sering mengakses internet di warnet meskipun di sekolah mereka terdapat fasilitas internet yang dapat dimanfaatkan secara free (baik di laboratorium komputer atau perpustakaan sekolah). Frekuensi internet yang digunakan bagi remaja perkotaan yang sering mengakses internet di rumah cenderung lebih sering dengan durasi setiap kali mengakses internet lebih lama dibandingkan dengan remaja perkotaan yang sering mengakses internet di tempat lainnya, seperti: warnet, sekolah atau wifi area.
·         Dari jumlah waktu penggunaan internet per bulan menunjukkan bahwa pada umumnya kalangan remaja di perkotaan yang sering mengakses internet di rumah termasuk dalam kategori heavy users (pengguna internet yang menghabiskan waktu lebih dari 40 jam per bulan). Sedangkan remaja di perkotaan yang sering mengakses internet di warnet dan memanfaatkan wifi area publik sebagai tempat akses internet mereka dikategorikan sebagai medium users (pengguna internet yang menghabiskan waktu antara 10 sampai 40 jam per bulan). Sementara itu, bagi remaja di perkotaan yang sering mengakses internet dengan memanfaatkan layanan internet yang tersedia di sekolah menunjukkan bahwa pada umumnya mereka tergolong sebagai light users(pengguna internet yang menghabiskan waktu kurang dari 10 jam per bulan).
·         Kalangan remaja di perkotaan menggunakan internet untuk untuk empat dimensi kepentingan, yaitu informasi (information utility), aktivitas kesenangan (leisure/fun activities), komunikasi (communication), dan transaksi (transactions).
·         Pengaruh gender di internet pada umumnya wanita yang sering bermain dengan internet, misalnya facebook, twitter dan lain-lain. Wanita selalu memposting lebih banyak daripada pria, karena wanita terlalu sensitive pada apa yang sedang terjadi dan sangat emosional. Pada pria lebih cenderung ke forum atau game online. Pria juga senang berjam-jam untuk melakukan hal itu. Internet juga bisa membuat para pria terpengaruh oleh fashion jaman sekarang. 
Contohnya dari Korea, bisa saja mereka membuat para pria mengenakan fashion itu, tetapi dari sudut pandang wanita fashion itu tidak cocok untuk mereka yang pria jantan, contohnya dari gaya rambut. Jaman sekarang para pria banyak yang mengikuti gaya rambut dari negara luar, padahal gaya rambut itu membuat mereka terlihat seperti wanita. Semakin berkembangnya internet dan globalisasi membuat banyak yang pria seakan-akan menjadi wanita dan wanita seperti pria.
Penelitian yang dilakukan oleh Straub, dkk menyatakan bahwa wanita lebih banyak memperoleh manfaat dari hadirnya email. Dengan bertambahnya user wanita berarti adanya pengaruh terhadap efektifitas penerimaan media pada wanita. David [DAV98a, DAV96] menyatakan bahwa meningkatnya efektifitas terhadap media mempunyai korelasi yang tinggi dengan peningkatan manfaat yang diambil (PU). Dari dasar yang telah ada dapat ditarik hipotesa sementara bahwa wanita akan mendapatkan manfaat yang lebih tinggi daripada laki-laki dalam sebuah website.
Untuk kemudahan dalam penggunaan website juga akan dilihat apakah gender pengaruh pada kemampuan seseorang dalam menggunakan sebuah website. Pada penelitian yang dilakukan oleh Lowe dan Krahn menyebutkan bahwa wanita memiliki kecemasan yang lebih tinggi daripada laki-laki dalam menggunakan komputer secara general. Dari dasar yang dijelaskan pada PU, wanita seharusnya menerima fasilitas yang disediakan oleh internet sehingga dapat meningkatkan kenyamanan wanita dengan media elektronik.
Referensi :
http://worldalternativeenergy.wordpress.com/2013/11/09/psikologi-dan-internet-dalam-lingkup-intrapersonal-3-aspek-psikologis-dari-individu-pengguna-internet-dan-aspek-demografis-dari-individu-pengguna-internet/
http://id.wikipedia.org/wiki/Gender_(sosial)
library.unej.ac.id

Rabu, 11 Juni 2014

Metode Deduktif, Induktif, Non ilmiah

nama: Gesa Nedian

kelas: 1PA03

npm:13513690

Metode Deduktif, Induktif, dan Non Ilmiah

Metode Deduktif                                       
Metode deduktif adalah cara analisis dari kesimpulan umum atau jeneralisasi yang diuraikan menjadi contoh-contoh kongkrit atau fakta-fakta untuk menjelaskan kesimpulan atau jeneralisasi tersebut. Misalnya: petani selalu rugu dalam mengembangkan usahanya. Kemudian dijabarkan fakta-fakta tentang angka-angka produksi dibandingkan modal usaha, dan sebagainya.
Metode Deduktif digunakan dalam sebuah penelitian disaat penelitian berangkat dari sebuah teori yang kemudian di buktikan dengan pencarian fakta. Contoh: Penelitian bahasa Arab kebanyakannya berangkat dari kaidah-kaidah bahasa Arab kemudian dicarilah fakta-fakta yang terdapat dalam sumber data, dalam hal ini sumber datanya al-Qur’an. Metode deduktif dalam tahapan-tahapannya, sama dengan metode lain, yaitu:
1.    Tahapan Sepekulasi (berasal dari bahasa latin “speculum/cermin”).
2.    Tahapan Observasi dan klasifikasi, dan                              
3.    Tahapan perumusan hipotesis  

Metode Induktif
Metode Induktif adalah kebalikan dari metode deduktif. Contoh-contoh kongkrit dan fakta-fakta diuraikan terlebih dahulu, baru kemudian dirumuskan menjadi suatu kesimpulan atau jeneralisasi. Pada metode induktif, data dikaji melalui proses yang berlangsung dari fakta. Di dalam penelitian linguistic sering digunakan metode induktif dan deduktif, mengapa demikian? Karena linguistic termasuk ilmu yang berusaha menyusun teori tentang bahasa.
Kelebihan dari metode induktif adalah sebagai berikut:
1.    Metode induktif lebih dapat menemukan kenyataan yang kompleks yang terdapat dalam data.
2.  Metode induktif lebih dapat membuat hubungan antara peneliti dengan responden menjadi eksplisit, dapat dikenal dan dipertimbangkan.
3.  Metode induktif lebih dapat memberikan latar secara penuh dan dapat membuat keputusan keputusan tentang dapat tidaknya pengalihan kepada latar lainnya.
4.  Metode induktif lebih dapat menemukan pengaruh bersama yang mempertajam hubungan-hubungan.
5.  Metode deduktif memperhitungkan nilai-nilai secara eksplisit sebagai bagian dari setuktur analitik.
 
Metode Non Ilmiah
Metode non ilmiah mempunyai ciri-ciri dilakukan tidak sistematik, data yang dikumpulkan dan cara-cara pengumpulan data bersifat subyektif yang sarat dengan muatan-muatan emosi dan perasaan dari si peneliti. Karena itu penelitian tidak ilmiah adalah penelitian yang coraknya subyektif.
 
Kemacetan Yang Ada Di Jakarta 
Setiap hari selalu terjadi kemacetan di Jakarta. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain yang pertama, jumlah armada yang banyak tidak seimbang dengan luas jalan. Kedua, kedisiplinan pengendara kendaraan sangat minim. Ketiga, banyak tempat yang memunculkan gangguan lalu lintas, misalnya pasar, rel kereta api, pedagang kaki lima, halte yang tidak difungsikan, banjir, dan sebagainya. Keempat, kurang tegasnya petugas yang berwenang dalam mengatur lalu lintas serta menindak para pelanggar lalu lintas.dengan keadaan yang seperti ini masyarakat mengharapkan pemerintah tegas dalam mengatasinya. memberantas kemacetan yang setiap hari, setiap bulan, bahkan setiap tahun tidak pernah terselesaikan. dan diharapkan petugas dilarang melakukan pungutan liar(pungli).

     Dari kasus Kemacetan yang ada di Jakarta di atas cara penyelesaiannya menggunakan metode deduktif. dengan menggunakan fakta-fakta yang kongkrit. kemudian dibuat suatu kesimpulan.
usaha untuk mengatasi kemacetan yang ada di jakarta dapat di atasi dengan cara-cara berikut:
1. membatasi armada armada
2. petugas harus berperan langsung dan aktif
3. membuat undang-undang hukum agar pengguna jalan jera
4. menertibkan pedagang kaki lima
5. membuat jembatan penyebrangan yang banyak.
6. menghentikkan pungutan liar.

Senin, 28 April 2014

mitos tentang angka 13

NAMA: GESA NEDIAN
KELAS: 1PA03
NPM: 13513690
MITOS TENTANG ANGKA 13



contoh kecil, di berbagai gedung tinggi di China, tidak ada yang namanya lantai 13 dan 14. Menurut kepercayaan mereka, kedua angka tersebut tidak membawa hoki. Di Barat, angka 13 juga dianggap angka sial. Demikian pula di berbagai belahan dunia lainnya. Kalau kita perhatikan nomor-nomor di dalam lift gedung-gedung tinggi dunia, Anda tidak akan jumpai lantai 13. Biasanya, setelah angka 12 maka langsung ‘loncat’ ke angka 14. Atau dari angka 12 maka 12a dulu baru 14. Fenomena ini terdapat di banyak negara dunia, termasuk Indonesia.

Mengapa angka 13 dianggap angka yang membawa kekurang-beruntungan? Sebenarnya, kepecayaan tahayul dan aneka mitos yang ada berasal dari pengetahuan kuno bernama Kabbalah. Kabalah merupakan sebuah ajaran mistis kuno, yang telah dirapalkan oleh Dewan Penyihir tertinggi rezim Fir’aun yang kemudian diteruskan oleh para penyihir, pesulap, peramal, paranormal, dan sebagainya—terlebih oleh kaum Zionis-Yahudi yang kemudian mengangkatnya menjadi satu gerakan politis—dan sekarang ini, ajaran Kabbalah telah menjadi tren baru di kalangan selebritis dunia. 

bangsa Amerika rupa-rupanya juga menganggap angka 13 sebagai angka yang harus dihindari. Bangunan-bangunan tinggi di Amerika jarang yang menggunakan angka 13 sebagai angka lantainya. Bahkan dalam kandang-kandang kuda pacuan demikian pula adanya, dari kandang bernomor 12, lalu 12a, langsung ke nomor 14. Tidak ada angka 13. Itulah sebabnya angka 13 dianggap sebagai angka sial karena menjadi bagian utama dari ritual setan.

Senin, 24 Maret 2014

kenapa matematika & ilmu alamiah dasar ada di perguruan tinggi

gesa nedian
1 PA 03
13513690

Sebelum menjawab mengapa matematika dan Ilmu Alamiah Dasar diberika di perguruan tinggi kita harus memahami apa matematika dan Ilmu Alamiah Dasar itu.



Matematika adalah ilmu yang didapat dengan cara mempelajari hal hal yang ada dan pasti tentang perhitungan, nalar atau kemampuan berpikir seseorang memakai logika. Hal yang paling umum bahwa matematika adalah ilmu berhitung, ilmu yang berkaitan dengan angka angka Matematika digunakan di seluruh belahan dunia untuk mendukung berbagai penerapan pengetahuan di berbagai bidang ilmu pengetahuan, dari masa sekolah SD sampai perguruan tinggi. di perguruan tinggi seperti psikologi, ekonomi, kedokteran,kesehatan, ilmu sosial dan sebagainya.

Ilmu Alamiah Dasar adalah mempelajari dasar dasar ilmiah secara keseluruhan metode Ilmu Alamiah Dasar adalah apa yang dapat dilihat dan dan dirasakan oleh panca indra sehingga, tidak mudah untuk mengambil keputusan tentang prinsip apa Ilmu Alamiah Dasar jika tidak ada kenyataanya atau apa yang dilihatnya. Dalam hal ini subjek dari Ilmu Alamiah Dasar adalah Manusia, Manusia adalah makhluk hidup yang mempunyai kedudukan yang tinggi di kehidupan ini, dibandingkan dengan makhluk hidup lainnya manusia mempunyai perbedaan dari makhluk hidup lainnya yaitu akal budi yang tidak ada pada makhluk lainnya di muka bumi ini.  Akal bersumber pada otak, budi bersumber pada jiwa oleh karna itu manusia sejalan dengan perkembangan manusia memanfaatkan akal budinya dan juga rasa tahu untuk bertahan hidup di dunia ini. 
jadi, Matematika dan ilmu alamiah dasar diberikan karena kita tidak bisa telepas dari ilmu tersebut. Ilmu alamiah dasar itu mencakup keseluruhan hal yang berhubungan dengan alam dan bersangkutan dengan kehidupan kita sehari-hari. Maka dari itu kita wajib mempelajarinya agar kita lebih paham dan tidak salah dalam menggunakannya. Selain itu juga bertujuan untuk menyiapkan mahasiswa untuk menjadi penerus bangsa yang memiliki kemampuan akademik serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat agar masa depan bangsa lebih berkualitas dan dapat memajukan bangsa.