Kamis, 02 Juli 2015

FENOMENA DATING VIOLENCE PADA KALANGAN ARTIS




FENOMENA DATING VIOLENCE PADA KALANGAN ARTIS
            NAMA                : GESA NEDIAN
KELAS                : 2PA07
NPM                    : 13513690
DOSEN               : PUTI ANGGRAINI

PSIKOLOGI GUNADARMA
2015







BAB I
Latar Belakang
Sebagian besar di antara kita pasti mengalami masa pertumbuhan dari anak-anak, remaja, dewasa, lanjut usia, paruh baya atau yang lain sebagainya. Kita juga mengalami perubahan dalam pendidikan dari saat kita TK, SD, SMP, SMA.Saat seseorang memasuki usia remaja kebanyakan dari orang sudah mengenal yang namanya cinta, bukan hanya cinta kepada kedua orangtua tetapi mulai merasakan yang namanya cinta kepada lawan jenis. Meskipun kebanyakan dari kita pada usia remaja ini hanya lah cinta-cinta monyet. Namun setelah dewasa menginjak usia 17 tahun ke atas kebanyakan dari kita baru mengerti cinta kepada lawan jenis yang sesungguhnya. Tidak sedikit juga dari kita yang ingin berkomitmen untuk serius menjalani cinta karena sudah memasuki usia dewasa.
Hampir semua orang pastiingin memiliki pasangan yang sempurna.Tidak harus pasangan suami dan istri yang sudah resmi menikah, bisa saja pasangan seperti pacaran laki-laki dan perempuan. Karena pada umumnya masa berpacaran adalah masa yang penuh dengan hal-hal yang indah, di mana setiap hari diwarnai oleh manis nya tingkah laku dan kata-kata manis yang diucapkan oleh sang pacar dan tidak jarang juga dalam sebuah hubungan terjadi pertengkaran karena kesalah pahaman.Hal tersebut lah yang sering juga menimbulkan ada nya kekerasan dalam suatu hubungan.Banyak kasus tentang kekerasan dalam hubungan pacaran atau lebih dikenal dengan dating violence.Ternyata kekerasan bukan hanya bisa menimpa dalam rumah tangga tapi kekerasan juga dapat menimpa yang masih pacaran khususnya orang-orang dewasa.
Kebanyakan kasus ini menimpa kaum perempuan yang mendapatkan perilaku yang kurang menyenangkan dari pasangannya berupa kekerasan fisik.Namun kasus ini juga bisa dialami oleh laki-laki tetapi sangatlah jarang biasa nya hanya kekerasan secara verbal bukan fisik.Kekerasaan verbal hanya lah kekerasaan secara lisan yang di ucapkan,ada yang bisa menangani kasus ini dengan baik dan mampu menyelesaikannya dan banyak juga yang tidak bisa keluar dari masalah ini memutuskan untuk bunuh diri.Dating violenceadalah serangan yang berupa seksual, fisik maupun emosional yang dilakukan kepada pasangan sewaktu pacaran.Dating violence bisa berupa kekerasan fisik.Kekerasan fisik adalahperilaku yang mengakibatkan salah satu pasangan terluka secara fisik.Contohnya seperti memukul, menampar, dan sebagainya.
            Pada makalah ini penulis akan membahas tentang fenomena dating violencepada kalangan artis sinetron yang sangat terkenal pada tahun 2011-2012. Awalnya dating violence muncul akibat kecemburuan yang berlebihan dari pihak laki-laki terhadap pihak perempuan.Analisa kasus ini diambil dari salah satu kasus artis sinetron yang terkenal yang bernama “Eza Gionino dan Ardina Rasti”.di dalam kasus ini tersangka (Eza) sampai harus merasakan dinginnya tembok penjara akibat perbuatannya. Kasus ini yang menjadi korban adalah si perempuan yang bernama Ardina Rasti.
Penulis tertarik dengan kasus dating violence karena maraknya kasus kekerasaan yang dialami oleh wanita. Penulis juga berharap tidak ada lagi korban kekerasaan pada perempuan, di setiap hubungan kedua nya harus saling menghargai dan tidak perlu ada kekerasan,  laki-laki bisa memahami dan menghargai perempuan dan begitu pun sebaliknya.Dan penulis juga ingin mengetahui dating violence lebih dalam lagi dengan menggunakan teori psikologi.

BAB II                         Landasan Teori
       
Di dalam kasus dating violence ada tokoh-tokoh psikologi yang menjelaskan dan mendukung teori-teori apa saja yang ada di dalam dating violence. Teori-teori nya menggunakan teori pendekatan secara psikologi sosial.
Teori segitiga cinta(triangular theory of love).Di dalam segitiga cinta memiliki tiga komponen utama yaitu intimacy, passion, dan commitment(Sternberg 1988).Keintiman (intimacy) adalah elemen emosi yang di dalamnya terdapat kehangatan dan kepercayaan, kedekatan dan keinginan untuk membina hubungan.Gairah (passion) adalah elemen motivasional yang didasari oleh dorongan dan dalam dirinya yang bersifat seksual yang mengacu pada kebangkitan fungsi emosi dan fungsi biolopgis. Komitmen (commitment) adalah suatu kontruk psiologis yang berhubungan tentang keterkaitan seseorang dengan orang lain dalam suatu hubungan yang mengandung unsur elemen kognitif.  cinta yang ada dalam hubungan pacaran adalah romantic love yaitu jenis cinta yang sering disebut cinta yang membara. Orang yang terlibat dalam hubungan pacaran dan memiliki perasaan cinta di antara kedua nya akan memiliki karakteristik secara lekat dan emosional, saling memberikan perhatian satu sama lain (caring) dan memiliki hubungan yang intim antara kedua nya.
Self esteem atau self image. Self esteem adalah keseluruhan sikap kepada diri, apakah  positif atau negatif. Orang-orang dengan self esteem dan self image yang rendah ingin meningkatkan self esteem dan self image mereka dengan menunjukkan kekuatan mereka atas pasangan mereka (Rosenberg, dalam Baron, Byrne & Branscombe, 2006). Self esteem merupakan aspek kepribadian yang paling penting dari aspek berpikir, tingakat emosi, keputusan yang di ambil, nilai-nilai yang di anut serta penentuan tujuan hidup.
Posesif merupakan perasaan takut akan kehilangan seseorang (Hendrick & Hendrick dalam Baron, Byrne & Branscombe 2006).dating violenceadalah salah satu bentuk dari terlalu posesif.Posesif merupakan perasaan takut akan kehilangan seseorang. Perasaan ini membuat pasangan mereka ingin mengontrol segala sesuatu mengenai pasangannya, dan tidak jarang kontrol yang dilakukan terlalu berlebihan dan mengekang pasangannya.
James-Lange (dalam Sarlito, 2000:85-86) mengemukakan bahwa emosi identik dengan perubahan-perubahan dalam sistem peredaran darah. Emosi yang dirasakan adalah persepsi seseorang terhadap perubahan tubuh yang terjadi pada tubuh sebagai respon rangsangan-rangsangan yang datang dari luar.Persepsi kita terhadap reaksi itu adalah dasar untuk emosi yang kita alami.Sehingga pengalaman emosi-emosi yang dirasakan terjadi perubahan tubuh.Dapat di simpulkan bahwa teori James-Lange menempatkan aspek presepsi terhadap respon fisiologis yang terjadi ketika ada rangsangan datang sebagai pemicu emosi yang di alami manusia, perubahan-perubahan fisiologis itu di terjemahkan menjadi emosi.

Kronologi kasus

Ardina Rasti, artis sekaligus korban kekerasan melaporkan  kekasihnya, Eza Gionino ke polisi atas tuduhan penganiayaan berat yang dilakukan pada tahun 2011 dan 2012 silam.Kasus penganiayaan terhadap dirinya sudah dilaporkan Ardina ke Polres Jakarta Selatan.Berdasarkan penjelasan Ardina Rasty, inilahkronologi lengkap penganiayaan yang dilakukan oleh Eza Gionino yang dilontarkan saat jumpa pers kemarin, Kamis, 10 Januari 2013.
Peristiwa pertama terjadi di apartemen Ardina Rasti di Pejaten pada bulan Juni 2011.Saat itu Eza datang dan tiba-tiba membanting BlackBerry milik Ardina setelah melihat isiBlackBerry Messenger (BBM) wanita itu.Rasti menuturkan bahwa ia tidak tahu apakah saat itu Eza sedang dalam keadaan capek atau sedang berada dalam pengaruh tertentu.Setelah peristiwa itu, tindakan Eza semakin keterlaluan.Barang-barang di dekat Ardina langsung dilemparkan oleh Eza ke tubuh wanita tersebut.“Dan dia mulai memukuli saya.Saya jatuh dan ternyata dia terus menendangi tulang rusuk dan saya akhirnya pingsan,” jelas Rasti kepada Tempo.co sambil menangis.Karena luka yang serius di bagian wajah, badan, dan kaki, Ardina Rasti dilarikan ke rumah sakit oleh Eza sendiri dan tetangganya.Sesampai di rumah sakit, Eza meminta maaf kepada Ardina Rasti yang akhirnya diterima dengan baik oleh Rasti.Kemudian peristiwa kedua penganiayaan oleh Eza terjadi di rumah Rasti di kawasan Bintaro pada 8 Juni 2012.Saat peristiwa terjadi, Rasti baru saja pulang syuting dari Puncak, Bogor, Jawa Barat.
Eza lalu menemui Rasti dengan alasan ingin meminta maaf karena sebelumnya sempat melarang kekasihnya tersebut pergi ke Puncak.Namun, alih-alih meminta maaf, Eza justru kembali menganiaya Ardina Rasti.”Dia emosi dan lemparkan kata-kata binatang.Sepulang dari puncak dia muncul dengan alasan menyesal putus dengan saya,” jelas Rasti lagi.Rasti mengaku banyak mendapat tekanan psikis akibat ulah Eza. Setelah dilaporkan ke Polisi, Eza akan dipanggil oleh pihak kepolisian pada 11 Januari 2013 dengan status sebagai tersangka. Eza dijerat dengan Pasal 351 dan 335 KUHP.Menurut Eza, percekcokan terjadi karena ia curiga Rasti telah selingkuh darinya. Saat membuka BBM Rasti, ada pesan dari seorang sutradara.BBM itu, diakui Rasti terkait pembuatan video klip.Yang janggal, kata Eza, sehari sebelumnya tak ada pembahasan soal film atau video klip."Pertanyaan (dalam BBM) sudah makan apa belum dan lain-lain," ucapnya di ruang sidang.

Analisis kasus

Berdasarkan hasil penyelidikan yang di lakukan oleh polisi dapat dilihat dengan sangat jelas tersangka kekerasan terhadap pasangan nya ini (Eza) sangat terbukti melakukan kekerasan dalam pacaran atau bisa disebut juga dating violence.Subjek melakukan kekerasan dengan alasan adanya kecemburuan di dalam hubungannya.Hal itu dapat jelas di lihat dari bukti bukti dan rekaman suara yang ada.Bertahun-tahun menjalin hubungan ternyata subjek tidak hanya sekali melakukan dating violence terhadap pasangannya.Subjek juga memiliki sifat yang terlalu posesif, sifat yang dimiliki sangat tidak baik untuk hubungannya sehingga dating violence terjadi.
Dating violence yang dialami korban pada awalnya hanya berbentuk verbal, melalui ucapan.Tapi setelah berjalan nya waktu dating violence dalam hubungan mereka berubah menjadi bentuk kekerasan fisik.Setiap ada laki-laki lain yang menghubungi si korban (ardina), tersangka tidak bisa mengendalikan emosi nya.Subjek tersangka selalu melampiaskan emosi nya itu.
Dating violence yang dilakukan oleh tersangka sangat fatal, sangat menjatuhkan harga diri perempuan di mata laki-laki.Sangat terlihat korban sangat lemah di mata tersangka.Dating violence yang dilakukan tersangka membuat tersangka harus masuk ke dalam penjara.Oleh karena itu perlu dilakukan terapi khusus untuk si tersangka agar subjek tidak lagi melakukan dating violence terhadap wanita selanjutnya.



Bukti kekerasan yang dilakukan oleh Eza Gionino


             Saat berada di persidangan







  
BAB III
PENUTUP  
1.    Kesimpulan

Datingviolence adalah serangan seksual, fisik, maupun emosional yang dilakukan kepada pasangan, sewaktu berpacaran.Dating violence bisa berupa kekerasan fisik atau kekerasan secara verbal.Kekerasan fisik adalah perilaku yang mengakibatkan pacar terluka secara fisik, seperti memukul, menampar, menendang dan sebagainya.
Kekerasan fisik terdiri dari memukul, mendorong, membenturkan.Ini merupakan tipe abuse yang dapat dilihat dan di identifikasi, perilaku ini diantaranya adalah memukul, menampar, menggigit, mendorong ke dinding dan mencakar baik dengan menggunakan tangan maupun dengan menggunakan alat. Hal ini menghasilkan memar, patah kaki, dan lain sebagainya.Hal ini dilakukan sebagai hukuman kepada pasangannya.
Perilaku yang dilakukan pada saat menahan pasangan mereka untuk tidak pergi meninggalkan mereka, misalnya menggengam tangan atau lengannya terlalu kuat.Permainan kasar menjadikan pukulan sebagai permainan dalam hubungan, padahal sebenarnya pihak tersebut menjadikan pukulan-pukulan ini sebagai taktik untuk menahan pasangannya pergi darinya.Ini menandakan dominasi dari pihak yang melayangkan pukulan tersebut.

2.    Saran

Banyak saran yang dapat subjek tersangka lakukan untuk mengendalikan emosi yang berlebihan antara lain:Berbagi perasaan yang timbul yang berpangkal dari pikiran. Ketika seseorang berpikiran negative perasaan orang tersebut cenderung akan negative. Sebaliknya ketika seseorang berpikiran positif perasaan juga akan positif. Jadi mengendalikan pikiran merupakan langkah awal dalam mengendalikan perasaan.Biasakanlah memberi kesempatan kepada pikiiran untuk mengambil keputusan.Pertanyakanlah dengan kritis perasaan-perasaan negative yang dirasakan.Pertanyakanlah dengan tegas keyakinan-keyakinan yang salah.
Lalu saran untuk subjek korban lakukakan agar terhindar dari kekerasaan dalam pacaran antara lain: Kenailah sifat pasangan, jangan mudah percaya dengan apa yang dikatakan, kenailah latar belakang keluarga nya, berfikirlah menggunakan logika jangan menggunakan perasaan, ceritakanlah siapa pasanganmu terhadap orang terdekat agar bisa memantau apa saja yang terjadi.

  

















Daftar Pustaka
-         Sarwono WSarwito, pengantar psikologi umum, PT. Raja Grafindo Persada:Jakarta ,2010
-         Ahmadi Abu, Psikologi Umum. Rineka Cipta. Jakarta. 2003
-         Snackgratis.blogspot.com/2011/02/href-httpislam-download.html






KESEHATAN MENTAL



FENOMENA DATING VIOLENCE PADA KALANGAN ARTIS

            NAMA                : GESA NEDIAN
KELAS                : 2PA07
NPM                    : 13513690
DOSEN               : PUTI ANGGRAINI

PSIKOLOGI GUNADARMA
2015



BAB I
Latar Belakang
Sebagian besar di antara kita pasti mengalami masa pertumbuhan dari anak-anak, remaja, dewasa, lanjut usia, paruh baya atau yang lain sebagainya. Kita juga mengalami perubahan dalam pendidikan dari saat kita TK, SD, SMP, SMA.Saat seseorang memasuki usia remaja kebanyakan dari orang sudah mengenal yang namanya cinta, bukan hanya cinta kepada kedua orangtua tetapi mulai merasakan yang namanya cinta kepada lawan jenis. Meskipun kebanyakan dari kita pada usia remaja ini hanya lah cinta-cinta monyet. Namun setelah dewasa menginjak usia 17 tahun ke atas kebanyakan dari kita baru mengerti cinta kepada lawan jenis yang sesungguhnya. Tidak sedikit juga dari kita yang ingin berkomitmen untuk serius menjalani cinta karena sudah memasuki usia dewasa.
Hampir semua orang pastiingin memiliki pasangan yang sempurna.Tidak harus pasangan suami dan istri yang sudah resmi menikah, bisa saja pasangan seperti pacaran laki-laki dan perempuan. Karena pada umumnya masa berpacaran adalah masa yang penuh dengan hal-hal yang indah, di mana setiap hari diwarnai oleh manis nya tingkah laku dan kata-kata manis yang diucapkan oleh sang pacar dan tidak jarang juga dalam sebuah hubungan terjadi pertengkaran karena kesalah pahaman.Hal tersebut lah yang sering juga menimbulkan ada nya kekerasan dalam suatu hubungan.Banyak kasus tentang kekerasan dalam hubungan pacaran atau lebih dikenal dengan dating violence.Ternyata kekerasan bukan hanya bisa menimpa dalam rumah tangga tapi kekerasan juga dapat menimpa yang masih pacaran khususnya orang-orang dewasa.
Kebanyakan kasus ini menimpa kaum perempuan yang mendapatkan perilaku yang kurang menyenangkan dari pasangannya berupa kekerasan fisik.Namun kasus ini juga bisa dialami oleh laki-laki tetapi sangatlah jarang biasa nya hanya kekerasan secara verbal bukan fisik.Kekerasaan verbal hanya lah kekerasaan secara lisan yang di ucapkan,ada yang bisa menangani kasus ini dengan baik dan mampu menyelesaikannya dan banyak juga yang tidak bisa keluar dari masalah ini memutuskan untuk bunuh diri.Dating violenceadalah serangan yang berupa seksual, fisik maupun emosional yang dilakukan kepada pasangan sewaktu pacaran.Dating violence bisa berupa kekerasan fisik.Kekerasan fisik adalahperilaku yang mengakibatkan salah satu pasangan terluka secara fisik.Contohnya seperti memukul, menampar, dan sebagainya.
            Pada makalah ini penulis akan membahas tentang fenomena dating violencepada kalangan artis sinetron yang sangat terkenal pada tahun 2011-2012. Awalnya dating violence muncul akibat kecemburuan yang berlebihan dari pihak laki-laki terhadap pihak perempuan.Analisa kasus ini diambil dari salah satu kasus artis sinetron yang terkenal yang bernama “Eza Gionino dan Ardina Rasti”.di dalam kasus ini tersangka (Eza) sampai harus merasakan dinginnya tembok penjara akibat perbuatannya. Kasus ini yang menjadi korban adalah si perempuan yang bernama Ardina Rasti.
Penulis tertarik dengan kasus dating violence karena maraknya kasus kekerasaan yang dialami oleh wanita. Penulis juga berharap tidak ada lagi korban kekerasaan pada perempuan, di setiap hubungan kedua nya harus saling menghargai dan tidak perlu ada kekerasan,  laki-laki bisa memahami dan menghargai perempuan dan begitu pun sebaliknya.Dan penulis juga ingin mengetahui dating violence lebih dalam lagi dengan menggunakan teori psikologi.



BABII
Landasan Teori
       
Di dalam kasus dating violence ada tokoh-tokoh psikologi yang menjelaskan dan mendukung teori-teori apa saja yang ada di dalam dating violence. Teori-teori nya menggunakan teori pendekatan secara psikologi sosial.
Teori segitiga cinta(triangular theory of love).Di dalam segitiga cinta memiliki tiga komponen utama yaitu intimacy, passion, dan commitment(Sternberg 1988).Keintiman (intimacy) adalah elemen emosi yang di dalamnya terdapat kehangatan dan kepercayaan, kedekatan dan keinginan untuk membina hubungan.Gairah (passion) adalah elemen motivasional yang didasari oleh dorongan dan dalam dirinya yang bersifat seksual yang mengacu pada kebangkitan fungsi emosi dan fungsi biolopgis. Komitmen (commitment) adalah suatu kontruk psiologis yang berhubungan tentang keterkaitan seseorang dengan orang lain dalam suatu hubungan yang mengandung unsur elemen kognitif.  cinta yang ada dalam hubungan pacaran adalah romantic love yaitu jenis cinta yang sering disebut cinta yang membara. Orang yang terlibat dalam hubungan pacaran dan memiliki perasaan cinta di antara kedua nya akan memiliki karakteristik secara lekat dan emosional, saling memberikan perhatian satu sama lain (caring) dan memiliki hubungan yang intim antara kedua nya.
Self esteem atau self image. Self esteem adalah keseluruhan sikap kepada diri, apakah  positif atau negatif. Orang-orang dengan self esteem dan self image yang rendah ingin meningkatkan self esteem dan self image mereka dengan menunjukkan kekuatan mereka atas pasangan mereka (Rosenberg, dalam Baron, Byrne & Branscombe, 2006). Self esteem merupakan aspek kepribadian yang paling penting dari aspek berpikir, tingakat emosi, keputusan yang di ambil, nilai-nilai yang di anut serta penentuan tujuan hidup.
Posesif merupakan perasaan takut akan kehilangan seseorang (Hendrick & Hendrick dalam Baron, Byrne & Branscombe 2006).dating violenceadalah salah satu bentuk dari terlalu posesif.Posesif merupakan perasaan takut akan kehilangan seseorang. Perasaan ini membuat pasangan mereka ingin mengontrol segala sesuatu mengenai pasangannya, dan tidak jarang kontrol yang dilakukan terlalu berlebihan dan mengekang pasangannya.
James-Lange (dalam Sarlito, 2000:85-86) mengemukakan bahwa emosi identik dengan perubahan-perubahan dalam sistem peredaran darah. Emosi yang dirasakan adalah persepsi seseorang terhadap perubahan tubuh yang terjadi pada tubuh sebagai respon rangsangan-rangsangan yang datang dari luar.Persepsi kita terhadap reaksi itu adalah dasar untuk emosi yang kita alami.Sehingga pengalaman emosi-emosi yang dirasakan terjadi perubahan tubuh.Dapat di simpulkan bahwa teori James-Lange menempatkan aspek presepsi terhadap respon fisiologis yang terjadi ketika ada rangsangan datang sebagai pemicu emosi yang di alami manusia, perubahan-perubahan fisiologis itu di terjemahkan menjadi emosi.

Kronologi kasus

Ardina Rasti, artis sekaligus korban kekerasan melaporkan  kekasihnya, Eza Gionino ke polisi atas tuduhan penganiayaan berat yang dilakukan pada tahun 2011 dan 2012 silam.Kasus penganiayaan terhadap dirinya sudah dilaporkan Ardina ke Polres Jakarta Selatan.Berdasarkan penjelasan Ardina Rasty, inilahkronologi lengkap penganiayaan yang dilakukan oleh Eza Gionino yang dilontarkan saat jumpa pers kemarin, Kamis, 10 Januari 2013.
Peristiwa pertama terjadi di apartemen Ardina Rasti di Pejaten pada bulan Juni 2011.Saat itu Eza datang dan tiba-tiba membanting BlackBerry milik Ardina setelah melihat isiBlackBerry Messenger (BBM) wanita itu.Rasti menuturkan bahwa ia tidak tahu apakah saat itu Eza sedang dalam keadaan capek atau sedang berada dalam pengaruh tertentu.Setelah peristiwa itu, tindakan Eza semakin keterlaluan.Barang-barang di dekat Ardina langsung dilemparkan oleh Eza ke tubuh wanita tersebut.“Dan dia mulai memukuli saya.Saya jatuh dan ternyata dia terus menendangi tulang rusuk dan saya akhirnya pingsan,” jelas Rasti kepada Tempo.co sambil menangis.Karena luka yang serius di bagian wajah, badan, dan kaki, Ardina Rasti dilarikan ke rumah sakit oleh Eza sendiri dan tetangganya.Sesampai di rumah sakit, Eza meminta maaf kepada Ardina Rasti yang akhirnya diterima dengan baik oleh Rasti.Kemudian peristiwa kedua penganiayaan oleh Eza terjadi di rumah Rasti di kawasan Bintaro pada 8 Juni 2012.Saat peristiwa terjadi, Rasti baru saja pulang syuting dari Puncak, Bogor, Jawa Barat.
Eza lalu menemui Rasti dengan alasan ingin meminta maaf karena sebelumnya sempat melarang kekasihnya tersebut pergi ke Puncak.Namun, alih-alih meminta maaf, Eza justru kembali menganiaya Ardina Rasti.”Dia emosi dan lemparkan kata-kata binatang.Sepulang dari puncak dia muncul dengan alasan menyesal putus dengan saya,” jelas Rasti lagi.Rasti mengaku banyak mendapat tekanan psikis akibat ulah Eza. Setelah dilaporkan ke Polisi, Eza akan dipanggil oleh pihak kepolisian pada 11 Januari 2013 dengan status sebagai tersangka. Eza dijerat dengan Pasal 351 dan 335 KUHP.Menurut Eza, percekcokan terjadi karena ia curiga Rasti telah selingkuh darinya. Saat membuka BBM Rasti, ada pesan dari seorang sutradara.BBM itu, diakui Rasti terkait pembuatan video klip.Yang janggal, kata Eza, sehari sebelumnya tak ada pembahasan soal film atau video klip."Pertanyaan (dalam BBM) sudah makan apa belum dan lain-lain," ucapnya di ruang sidang.


Analisis kasus

Berdasarkan hasil penyelidikan yang di lakukan oleh polisi dapat dilihat dengan sangat jelas tersangka kekerasan terhadap pasangan nya ini (Eza) sangat terbukti melakukan kekerasan dalam pacaran atau bisa disebut juga dating violence.Subjek melakukan kekerasan dengan alasan adanya kecemburuan di dalam hubungannya.Hal itu dapat jelas di lihat dari bukti bukti dan rekaman suara yang ada.Bertahun-tahun menjalin hubungan ternyata subjek tidak hanya sekali melakukan dating violence terhadap pasangannya.Subjek juga memiliki sifat yang terlalu posesif, sifat yang dimiliki sangat tidak baik untuk hubungannya sehingga dating violence terjadi.
Dating violence yang dialami korban pada awalnya hanya berbentuk verbal, melalui ucapan.Tapi setelah berjalan nya waktu dating violence dalam hubungan mereka berubah menjadi bentuk kekerasan fisik.Setiap ada laki-laki lain yang menghubungi si korban (ardina), tersangka tidak bisa mengendalikan emosi nya.Subjek tersangka selalu melampiaskan emosi nya itu.
Dating violence yang dilakukan oleh tersangka sangat fatal, sangat menjatuhkan harga diri perempuan di mata laki-laki.Sangat terlihat korban sangat lemah di mata tersangka.Dating violence yang dilakukan tersangka membuat tersangka harus masuk ke dalam penjara.Oleh karena itu perlu dilakukan terapi khusus untuk si tersangka agar subjek tidak lagi melakukan dating violence terhadap wanita selanjutnya. 
  

Bukti kekerasan yang dilakukan oleh Eza Gionino

 
Saat berada di persidangan
 

 
  
BAB III
       Penutup
1.    Kesimpulan

Datingviolence adalah serangan seksual, fisik, maupun emosional yang dilakukan kepada pasangan, sewaktu berpacaran.Dating violence bisa berupa kekerasan fisik atau kekerasan secara verbal.Kekerasan fisik adalah perilaku yang mengakibatkan pacar terluka secara fisik, seperti memukul, menampar, menendang dan sebagainya.
Kekerasan fisik terdiri dari memukul, mendorong, membenturkan.Ini merupakan tipe abuse yang dapat dilihat dan di identifikasi, perilaku ini diantaranya adalah memukul, menampar, menggigit, mendorong ke dinding dan mencakar baik dengan menggunakan tangan maupun dengan menggunakan alat. Hal ini menghasilkan memar, patah kaki, dan lain sebagainya.Hal ini dilakukan sebagai hukuman kepada pasangannya.
Perilaku yang dilakukan pada saat menahan pasangan mereka untuk tidak pergi meninggalkan mereka, misalnya menggengam tangan atau lengannya terlalu kuat.Permainan kasar menjadikan pukulan sebagai permainan dalam hubungan, padahal sebenarnya pihak tersebut menjadikan pukulan-pukulan ini sebagai taktik untuk menahan pasangannya pergi darinya.Ini menandakan dominasi dari pihak yang melayangkan pukulan tersebut.

2.    Saran

Banyak saran yang dapat subjek tersangka lakukan untuk mengendalikan emosi yang berlebihan antara lain:Berbagi perasaan yang timbul yang berpangkal dari pikiran. Ketika seseorang berpikiran negative perasaan orang tersebut cenderung akan negative. Sebaliknya ketika seseorang berpikiran positif perasaan juga akan positif. Jadi mengendalikan pikiran merupakan langkah awal dalam mengendalikan perasaan.Biasakanlah memberi kesempatan kepada pikiiran untuk mengambil keputusan.Pertanyakanlah dengan kritis perasaan-perasaan negative yang dirasakan.Pertanyakanlah dengan tegas keyakinan-keyakinan yang salah.
Lalu saran untuk subjek korban lakukakan agar terhindar dari kekerasaan dalam pacaran antara lain: Kenailah sifat pasangan, jangan mudah percaya dengan apa yang dikatakan, kenailah latar belakang keluarga nya, berfikirlah menggunakan logika jangan menggunakan perasaan, ceritakanlah siapa pasanganmu terhadap orang terdekat agar bisa memantau apa saja yang terjadi.



Daftar Pustaka
-         Sarwono WSarwito, pengantar psikologi umum, PT. Raja Grafindo Persada:Jakarta ,2010
-         Ahmadi Abu, Psikologi Umum. Rineka Cipta. Jakarta. 2003
Snackgratis.blogspot.com/2011/02/href-httpislam-download.html