#SIP Arsitektur Komputer dan Struktur Kognisi
Manusia
Arsitektur komputer merupakan konsep struktur
pengoprasian dasar dan perancangan sistem komputer. Konsep perancangan dalam
bidang komputer ialah sistem komputer yang memberikan deskripsi fungsional dan
rancangan cetak biru pada bagian perangkat keras yang memang di desain melalui
kecepatan proses dan sistem informasi interkoneksi, masing-masing bagian yang
lebih disenergikan melalui proses jalannya CPU yang bekerja dan dibantu dalam
pengaksesan data dari memory chance, RAM, ROM, dan cakram keras serta jenis
perangkat pendukung lainnya. Arsitektur komputer memiliki 4 komponen, yaitu
input, pemroses, penyimpanan dan output.
1. Input adalah, peralatan masukan yang
berfungsi sebagai media untuk memasukkan data dari luar sistem ke dalam suatu
memori dan prosesor untuk diolah guna menghasilkan informasi yang diperlukan.
2. Pemroses adalah, bagian dari komputer
yang mengendalikan seluruh proses pengolahan data mulai dari membaca data dari
peralatan input, mengolah atau memproses sampai pada mengeluarkan informasi ke
peralatan output. Alat pemroses pada komputer adalah Control Processing Unit
atau yang biasa kita kenal dengan CPU.
3. Penyimpanan adalah, penyimpan semua
informasi non aktif di dalam komputer, penyimpanan ini dibedakan atas serial
acces contohnya tape drive dan direct acces, hard disk, disket, CD dan DVD,
ROM, dsb.
4. Output adalah, peralatan yang berfungsi
untuk menampilkan data, instruksi dan informasi dalam bentuk teks grafik atau
gambar.
Ø 1950
-1960 : Arsitektur komputer adalah suatu
komputer aritmatik
Ø 1970
– pertengahan 1980 : Arsitektur komputer adalah suatu desain instruksi untuk suatu kompiler
Ø 1990
: Arsitektur komputer adalah suatu bentuk
desain CPU, sistem memori, sistem I/O, multiprosesor dan network komputer
Ø 2010 : Arsitektur komputer : suatu sistem yang
dapat beradaptasi sendiri, struktur yang dapat mengorganisasikan sendiri,
sistem DNA
struktur
kognisi manusia
Tokoh psikologi yang
terkenal dengan teori kognitif adalah Jean Piaget, beliau mengatakan bahwa
kognisi adalah kepercayaan seseorang tentang sesuatu yang didapatkan dari
proses berpikir tentang seseorang atau sesuatu. Kognisi manusia memiliki sebuah
struktur yang terdapat beberapa komponen didalamnya dan tentu saja memiliki
fungsi dalam kehidupan manusia. Struktur kognitif manusia merupakan sebuah
proses mental dasar yang digunakan untuk memperoleh sebuah informasi. Fungsi
dari struktur kognisi manusia antara lain, struktur pembanding, dimana otak
manusia memproses dan membandingkan informasi dengan cara mengidentifikasi
kesamaan dan perbedaan dari
informasi-informasi yang didapat, yang kedua adalah struktur
representasi symbol dan mengubahnya menjadi sebuah informasi (termasuk bahasa
verbal dan non verbal), yang ketiga
adalah struktur alasan logis yang digunakan untuk mengubah pikiran yang abstrak
menjadi pikiran yang sistematis sehingga informasi lebih mudah untuk dipahami.
Kemudian terdapat tiga
komponen dalam struktur kognitif manusia seperti:
1.
Skema, yang merupakan dasar dari sebuah pengetahuan, bagaimana seseorang
mempersepsikan dunia disekitarnya.
2.
Asimilasi, Akomodasi dan Ekuilibrasi, asimilasi merupakan hal yang
menggunakan skema seseorang untuk menerima atau menyetujui sesuatu yang baru
atau situasi baru. Akomodasi terjadi bila skema yang telah ada tidak berjalan dengan
baik, dan membutuhkan sesuatu untuk mengubah dan menerima situasi yang baru.
Dan ekuilibrasi terjadi bila skema seseorang dapat menerima beberapa informasi
baru melalui proses asimilasi.
3. Tahap
perkembangan, tahap perkembangan menurut Piaget terdiri dari sensorimotor,
praoperasional, operasional konkret, dan operasional formal.
a.
Sensorimotor (Usia 0-2 tahun), tahap ini anak memahami bahwa sesuatu itu
memang ada, walaupun tidak terlihat.
b.
Praoperasional (Usia 2-7 tahun), selama rentang usia ini anak mampu
berpikir atau mampu memahami simbol-simbol.
c.
Operasional Konkret (Usia 7-11 tahun), pada usia ini anak mampu berpikir
secara logis atau realistis.
d.
Operasional Formal (Usia 11 tahun ke atas), pada tahap ini pikiran
seseorang terus berkembang sehingga mampu berpikir secara abstrak dan logis.
Adakah hubungannya antara arsitektur komputer
dengan struktur kognitif manusia? Tentu saja ada, dari penjelasan-penjelasan di
atas terlihat bahwa adanya hubungan antar keduanya. Mengapa demikian? Karena,
arsitektur komputer tercipta berkat adanya kognisi atau buah pikir dari
manusia. Dimana manusia yang merancang,
menciptakan, dan mengoperasikan komputer, dimana komputer-komputer tersebut
memiliki beberapa persamaan dengan otak manusia, keduanya sama-sama dapat
memproses informasi, hanya saja terkadang komputer dapat melakukan perhitungan
atau pemrosesan data yang lebih cepat dibandingkan dengan otak manusia, karena
sesuai dengan tujuannya bahwa komputer diciptakan untuk membantu mempermudah
kehidupan manusia. Berikut saya tuliskan kelebihan dan kekurangan arsitektur
komputer dibanding dengan struktur kognitif manusia.
Kelebihan :
-
Komputer dapat melakukan perhitungan angka yang rumit dengan lebih cepat
dan lebih akurat dibandingkan dengan kemampuan manusia.
-
Komputer juga dapat menerapkan dan mengikuti aturan dengan lebih
konsisten dan menghasilkan kesalahan yang lebih sedikit dibandingkan dengan
manusia.
-
Komputer menampilkan pola matematika yang lebih baik daripada manusia.
Kekurangan :
-
Semua hasil dari pengolahan informasi visual amupun verbal terbatas.
-
Otak manusia memiliki kemampuan luar biasa untuk mempelajari
peraturan-peraturan baru, hubungan-hubungan, konsep-konsep dan pola-pola yang
dapat digeneralisasikan pada situasi-situasi baru. Sedangkan komputer memiliki
kemampuan yang terbatas untuk mempelajari sesuatu bahkan mengeneralisasikan
sesuatu.
-
Komputer tidak memiliki kemampuan untuk mengembangkan tujuan-tujuan
pembelajaran yang baru.
-
Komputer menerima informasi dari seorang manusia yang sudah memberikan
kode-kode terhadap informasi yang ada.
-
Otak manusia dapat merespon sebuah informasi yang ambigu sedangkan
komputer tidak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar