FENOMENA DATING VIOLENCE PADA KALANGAN ARTIS
NAMA :
GESA NEDIAN
KELAS :
2PA07
NPM :
13513690
DOSEN :
PUTI ANGGRAINI
PSIKOLOGI
GUNADARMA
2015
BAB I
Latar Belakang
Sebagian
besar di antara kita pasti mengalami masa pertumbuhan dari anak-anak, remaja,
dewasa, lanjut usia, paruh baya atau yang lain sebagainya. Kita juga mengalami
perubahan dalam pendidikan dari saat kita TK, SD, SMP, SMA.Saat seseorang
memasuki usia remaja kebanyakan dari orang sudah mengenal yang namanya cinta,
bukan hanya cinta kepada kedua orangtua tetapi mulai merasakan yang namanya
cinta kepada lawan jenis. Meskipun kebanyakan dari kita pada usia remaja ini
hanya lah cinta-cinta monyet. Namun setelah dewasa menginjak usia 17 tahun ke
atas kebanyakan dari kita baru mengerti cinta kepada lawan jenis yang
sesungguhnya. Tidak sedikit juga dari kita yang ingin berkomitmen untuk serius
menjalani cinta karena sudah memasuki usia dewasa.
Hampir
semua orang pastiingin memiliki pasangan yang sempurna.Tidak harus pasangan
suami dan istri yang sudah resmi menikah, bisa saja pasangan seperti pacaran
laki-laki dan perempuan. Karena pada umumnya masa berpacaran adalah masa yang
penuh dengan hal-hal yang indah, di mana setiap hari diwarnai oleh manis nya
tingkah laku dan kata-kata manis yang diucapkan oleh sang pacar dan tidak
jarang juga dalam sebuah hubungan terjadi pertengkaran karena kesalah
pahaman.Hal tersebut lah yang sering juga menimbulkan ada nya kekerasan dalam
suatu hubungan.Banyak kasus tentang kekerasan dalam hubungan pacaran atau lebih
dikenal dengan dating violence.Ternyata
kekerasan bukan hanya bisa menimpa dalam rumah tangga tapi kekerasan juga dapat
menimpa yang masih pacaran khususnya orang-orang dewasa.
Kebanyakan
kasus ini menimpa kaum perempuan yang mendapatkan perilaku yang kurang
menyenangkan dari pasangannya berupa kekerasan fisik.Namun kasus ini juga bisa
dialami oleh laki-laki tetapi sangatlah jarang biasa nya hanya kekerasan secara
verbal bukan fisik.Kekerasaan verbal hanya lah kekerasaan secara lisan yang di
ucapkan,ada yang bisa menangani kasus ini dengan baik dan mampu
menyelesaikannya dan banyak juga yang tidak bisa keluar dari masalah ini
memutuskan untuk bunuh diri.Dating
violenceadalah serangan yang berupa seksual, fisik maupun emosional yang
dilakukan kepada pasangan sewaktu pacaran.Dating
violence bisa berupa kekerasan fisik.Kekerasan fisik adalahperilaku yang
mengakibatkan salah satu pasangan terluka secara fisik.Contohnya seperti
memukul, menampar, dan sebagainya.
Pada makalah ini penulis akan membahas tentang fenomena dating violencepada kalangan artis
sinetron yang sangat terkenal pada tahun 2011-2012. Awalnya dating violence muncul akibat
kecemburuan yang berlebihan dari pihak laki-laki terhadap pihak perempuan.Analisa
kasus ini diambil dari salah satu kasus artis sinetron yang terkenal yang
bernama “Eza Gionino dan Ardina Rasti”.di dalam kasus ini tersangka (Eza)
sampai harus merasakan dinginnya tembok penjara akibat perbuatannya. Kasus ini
yang menjadi korban adalah si perempuan yang bernama Ardina Rasti.
Penulis
tertarik dengan kasus dating violence karena
maraknya kasus kekerasaan yang dialami oleh wanita. Penulis juga berharap tidak
ada lagi korban kekerasaan pada perempuan, di setiap hubungan kedua nya harus
saling menghargai dan tidak perlu ada kekerasan, laki-laki bisa memahami dan menghargai
perempuan dan begitu pun sebaliknya.Dan penulis juga ingin mengetahui dating violence lebih dalam lagi dengan
menggunakan teori psikologi.
BAB II Landasan
Teori
Di
dalam kasus dating violence ada
tokoh-tokoh psikologi yang menjelaskan dan mendukung teori-teori apa saja yang
ada di dalam dating violence.
Teori-teori nya menggunakan teori pendekatan secara psikologi sosial.
Teori
segitiga cinta(triangular theory of love).Di
dalam segitiga cinta memiliki tiga komponen utama yaitu intimacy, passion, dan commitment(Sternberg 1988).Keintiman (intimacy) adalah elemen emosi yang di dalamnya terdapat kehangatan
dan kepercayaan, kedekatan dan keinginan untuk membina hubungan.Gairah (passion) adalah elemen motivasional
yang didasari oleh dorongan dan dalam dirinya yang bersifat seksual yang
mengacu pada kebangkitan fungsi emosi dan fungsi biolopgis. Komitmen (commitment) adalah suatu kontruk
psiologis yang berhubungan tentang keterkaitan seseorang dengan orang lain
dalam suatu hubungan yang mengandung unsur elemen kognitif. cinta yang ada dalam hubungan pacaran adalah romantic love yaitu jenis cinta yang
sering disebut cinta yang membara. Orang yang terlibat dalam hubungan pacaran dan
memiliki perasaan cinta di antara kedua nya akan memiliki karakteristik secara
lekat dan emosional, saling memberikan perhatian satu sama lain (caring) dan
memiliki hubungan yang intim antara kedua nya.
Self
esteem atau self image. Self esteem adalah keseluruhan sikap kepada diri,
apakah positif atau negatif. Orang-orang
dengan self esteem dan self image yang rendah ingin meningkatkan self esteem
dan self image mereka dengan menunjukkan kekuatan mereka atas pasangan mereka (Rosenberg, dalam Baron, Byrne & Branscombe, 2006). Self esteem merupakan aspek kepribadian yang
paling penting dari aspek berpikir, tingakat emosi, keputusan yang di ambil,
nilai-nilai yang di anut serta penentuan tujuan hidup.
Posesif
merupakan perasaan takut akan kehilangan seseorang (Hendrick & Hendrick
dalam Baron, Byrne & Branscombe 2006).dating
violenceadalah salah satu bentuk dari terlalu posesif.Posesif merupakan
perasaan takut akan kehilangan seseorang. Perasaan ini membuat pasangan mereka
ingin mengontrol segala sesuatu mengenai pasangannya, dan tidak jarang kontrol
yang dilakukan terlalu berlebihan dan mengekang pasangannya.
James-Lange
(dalam Sarlito, 2000:85-86) mengemukakan bahwa emosi identik dengan
perubahan-perubahan dalam sistem peredaran darah. Emosi yang dirasakan adalah
persepsi seseorang terhadap perubahan tubuh yang terjadi pada tubuh sebagai
respon rangsangan-rangsangan yang datang dari luar.Persepsi kita terhadap
reaksi itu adalah dasar untuk emosi yang kita alami.Sehingga pengalaman
emosi-emosi yang dirasakan terjadi perubahan tubuh.Dapat di simpulkan bahwa
teori James-Lange menempatkan aspek presepsi terhadap respon fisiologis yang
terjadi ketika ada rangsangan datang sebagai pemicu emosi yang di alami
manusia, perubahan-perubahan fisiologis itu di terjemahkan menjadi emosi.
Kronologi
kasus
Ardina
Rasti, artis sekaligus korban kekerasan melaporkan kekasihnya, Eza Gionino ke polisi atas
tuduhan penganiayaan berat yang dilakukan pada tahun 2011 dan 2012 silam.Kasus
penganiayaan terhadap dirinya sudah dilaporkan Ardina ke Polres Jakarta
Selatan.Berdasarkan penjelasan Ardina Rasty, inilahkronologi lengkap
penganiayaan yang dilakukan oleh Eza Gionino yang dilontarkan saat jumpa pers kemarin,
Kamis, 10 Januari 2013.
Peristiwa
pertama terjadi di apartemen Ardina Rasti di Pejaten pada bulan Juni 2011.Saat
itu Eza datang dan tiba-tiba membanting BlackBerry milik Ardina setelah melihat
isiBlackBerry Messenger (BBM) wanita itu.Rasti menuturkan bahwa ia tidak tahu
apakah saat itu Eza sedang dalam keadaan capek atau sedang berada dalam
pengaruh tertentu.Setelah peristiwa itu, tindakan Eza semakin
keterlaluan.Barang-barang di dekat Ardina langsung dilemparkan oleh Eza ke
tubuh wanita tersebut.“Dan dia mulai memukuli saya.Saya jatuh dan ternyata dia
terus menendangi tulang rusuk dan saya akhirnya pingsan,” jelas Rasti kepada
Tempo.co sambil menangis.Karena luka yang serius di bagian wajah, badan, dan
kaki, Ardina Rasti dilarikan ke rumah sakit oleh Eza sendiri dan tetangganya.Sesampai
di rumah sakit, Eza meminta maaf kepada Ardina Rasti yang akhirnya diterima
dengan baik oleh Rasti.Kemudian peristiwa kedua penganiayaan oleh Eza terjadi
di rumah Rasti di kawasan Bintaro pada 8 Juni 2012.Saat peristiwa terjadi,
Rasti baru saja pulang syuting dari Puncak, Bogor, Jawa Barat.
Eza
lalu menemui Rasti dengan alasan ingin meminta maaf karena sebelumnya sempat
melarang kekasihnya tersebut pergi ke Puncak.Namun, alih-alih meminta maaf, Eza
justru kembali menganiaya Ardina Rasti.”Dia emosi dan lemparkan kata-kata
binatang.Sepulang dari puncak dia muncul dengan alasan menyesal putus dengan
saya,” jelas Rasti lagi.Rasti mengaku banyak mendapat tekanan psikis akibat
ulah Eza. Setelah dilaporkan ke Polisi, Eza akan dipanggil oleh pihak
kepolisian pada 11 Januari 2013 dengan status sebagai tersangka. Eza dijerat
dengan Pasal 351 dan 335 KUHP.Menurut Eza, percekcokan terjadi karena ia curiga
Rasti telah selingkuh darinya. Saat membuka BBM Rasti, ada pesan dari seorang
sutradara.BBM itu, diakui Rasti terkait pembuatan video klip.Yang janggal, kata
Eza, sehari sebelumnya tak ada pembahasan soal film atau video
klip."Pertanyaan (dalam BBM) sudah makan apa belum dan lain-lain,"
ucapnya di ruang sidang.
Analisis kasus
Berdasarkan
hasil penyelidikan yang di lakukan oleh polisi dapat dilihat dengan sangat
jelas tersangka kekerasan terhadap pasangan nya ini (Eza) sangat terbukti
melakukan kekerasan dalam pacaran atau bisa disebut juga dating violence.Subjek melakukan kekerasan dengan alasan adanya
kecemburuan di dalam hubungannya.Hal itu dapat jelas di lihat dari bukti bukti
dan rekaman suara yang ada.Bertahun-tahun menjalin hubungan ternyata subjek
tidak hanya sekali melakukan dating
violence terhadap pasangannya.Subjek juga memiliki sifat yang terlalu posesif,
sifat yang dimiliki sangat tidak baik untuk hubungannya sehingga dating violence terjadi.
Dating violence
yang dialami korban pada awalnya hanya berbentuk verbal, melalui ucapan.Tapi
setelah berjalan nya waktu dating
violence dalam hubungan mereka berubah menjadi bentuk kekerasan
fisik.Setiap ada laki-laki lain yang menghubungi si korban (ardina), tersangka
tidak bisa mengendalikan emosi nya.Subjek tersangka selalu melampiaskan emosi
nya itu.
Dating violence
yang dilakukan oleh tersangka sangat fatal, sangat menjatuhkan harga diri
perempuan di mata laki-laki.Sangat terlihat korban sangat lemah di mata
tersangka.Dating violence yang
dilakukan tersangka membuat tersangka harus masuk ke dalam penjara.Oleh karena
itu perlu dilakukan terapi khusus untuk si tersangka agar subjek tidak lagi
melakukan dating violence terhadap
wanita selanjutnya.
Saat berada di persidangan
BAB III
PENUTUP
PENUTUP
1.
Kesimpulan
Datingviolence
adalah serangan seksual, fisik, maupun emosional yang dilakukan kepada
pasangan, sewaktu berpacaran.Dating
violence bisa berupa kekerasan fisik atau kekerasan secara verbal.Kekerasan
fisik adalah perilaku yang mengakibatkan pacar terluka secara fisik, seperti
memukul, menampar, menendang dan sebagainya.
Kekerasan
fisik terdiri dari memukul, mendorong, membenturkan.Ini merupakan tipe abuse
yang dapat dilihat dan di identifikasi, perilaku ini diantaranya adalah
memukul, menampar, menggigit, mendorong ke dinding dan mencakar baik dengan menggunakan
tangan maupun dengan menggunakan alat. Hal ini menghasilkan memar, patah kaki,
dan lain sebagainya.Hal ini dilakukan sebagai hukuman kepada pasangannya.
Perilaku
yang dilakukan pada saat menahan pasangan mereka untuk tidak pergi meninggalkan
mereka, misalnya menggengam tangan atau lengannya terlalu kuat.Permainan kasar menjadikan
pukulan sebagai permainan dalam hubungan, padahal sebenarnya pihak tersebut
menjadikan pukulan-pukulan ini sebagai taktik untuk menahan pasangannya pergi
darinya.Ini menandakan dominasi dari pihak yang melayangkan pukulan tersebut.
2. Saran
Banyak
saran yang dapat subjek tersangka lakukan untuk mengendalikan emosi yang
berlebihan antara lain:Berbagi perasaan yang timbul yang berpangkal dari
pikiran. Ketika seseorang berpikiran negative perasaan orang tersebut cenderung
akan negative. Sebaliknya ketika seseorang berpikiran positif perasaan juga
akan positif. Jadi mengendalikan pikiran merupakan langkah awal dalam
mengendalikan perasaan.Biasakanlah memberi kesempatan kepada pikiiran untuk
mengambil keputusan.Pertanyakanlah dengan kritis perasaan-perasaan negative
yang dirasakan.Pertanyakanlah dengan tegas keyakinan-keyakinan yang salah.
Lalu
saran untuk subjek korban lakukakan agar terhindar dari kekerasaan dalam
pacaran antara lain: Kenailah sifat pasangan, jangan mudah percaya dengan apa
yang dikatakan, kenailah latar belakang keluarga nya, berfikirlah menggunakan
logika jangan menggunakan perasaan, ceritakanlah siapa pasanganmu terhadap
orang terdekat agar bisa memantau apa saja yang terjadi.
Daftar Pustaka
-
Sarwono
WSarwito, pengantar psikologi umum, PT. Raja Grafindo Persada:Jakarta ,2010
-
Ahmadi
Abu, Psikologi Umum. Rineka Cipta. Jakarta. 2003
-
Snackgratis.blogspot.com/2011/02/href-httpislam-download.html


Tidak ada komentar:
Posting Komentar